Jakarta, April 2026 — Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, resmi mengumumkan susunan pengurus Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026–2030. Pengumuman ini menjadi tonggak penting di tengah momentum kebangkitan industri perfilman Indonesia pascapandemi.
Susunan pengurus merupakan follow up usai dilantiknya Fauzan Zidni sebagai ketua BPI pada hari terakhir Kongres ke-IV 12 April lalu. Terpilih secara bulat, Fauzan diberi waktu selama dua pekan oleh pimpinan sidang untuk memilih Badan Pengurus. Sebelum terpilihnya Fauzan, juga telah dipilih Dewan Pengawas yang terdiri dari empat unsur BPI.

“Agenda utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional. Selain itu, BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebasan berekspresi,” ujar Fauzan.
Fauzan menambahkan bahwa BPI juga memiliki agenda lain, seperti gerakan anti-pembajakan film secara menyeluruh, penyelenggaraan Festival Film Indonesia, dan pelaksanaan fungsi-fungsi BPI seperti tertuang di UU Perfilman.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyampaikan harapannya kepada kepengurusan baru. “BPI memiliki posisi yang sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah dan insan perfilman. Kami berharap BPI dapat semakin menguatkan ekosistem perfilman Indonesia, mendorong tata kelola yang transparan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi talenta kreatif di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Struktur Kepengurusan BPI 2026–2030
Dewan Pengawas
Judith Jubilina Dipodiputro (Ketua), Fajar Nugros, Danu Murti, Agustina Kusuma Dewi, Nasaruddin Saridz
Dewan Penasehat
Reza Rahadian (Ketua), Christine Hakim, Joko Anwar, Dede Yusuf
Dewan Pakar
Dara Bunga Rembulan, Gusti Randa, Immanuel Prasetya Gintings, Adisurya Abdy, Daniel Rudi Haryanto, Muspita Leni Lolang, Rully Sofyan
Pengurus Inti
Ketua Umum: Fauzan Zidni
Sekretaris Jenderal: Nazira C. Noer
Bendahara Umum: Sindy Dewiana
Struktural Bidang & Operasional
Wakil Sekjen Bidang Ekosistem Perfilman: Aline Jusria
Kepala Komunikasi: Vivi Coster
Kepala Sekretariat: Rizky Yudo Atmaja
Ketua Bidang
- Organisasi: Anggi Frisca
- Kebijakan Publik: Suprayitno, Rommy Fibri Hardiyanto
- Pengembangan SDM: Naswan Iskandar
- Hubungan Internasional: Yulia Evina Bhara
- Festival: Wulan Guritno
- Literasi Film: Putri Ayudya
- Penelitian dan Pengembangan: Dyna Herlina Suwarto
- Pengembangan Film Daerah: Tonny Trimarsanto
- Kerjasama: Luna Maya
- Fasilitasi Pembiayaan: Tesadesrada Ryza
- Pelestarian Film: Farry Hanief, Julita Pratiwi
Kelompok Kerja (Pokja)
Pokja Kajian & Advokasi Rencana Induk Perfilman Nasional:
Aria Agni, Panji Wibowo, Andi S. Boediman, Kus Sudarsono
Pokja Kajian Akselerasi Pengembangan SDM:
Arif Sulistiyono, Celerina Judisari, Rina Harahap, Agung Sentausa
Pokja Kajian Pelestarian Film:
Riri Riza, Lisabona Rahman
Satuan Tugas
Satgas Anti Pembajakan: Hermawan Sutanto, Axel Hadiningrat
Komite Festival Film Indonesia 2026
Ario Bayu (Ketua), Budi Irawanto, Prilly Latuconsina, Rahajeng Paramesrani, Sofia Setyorini, Andi F. Yahya, Rangga Djoned
Baca juga: Anggi Frisca: Perlunya Infrastruktur yang Menaungi Pekerja Film di Bawah HOD
Dengan susunan kepengurusan dan Pokja yang telah terbentuk, Badan Perfilman Indonesia (BPI) berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi kinerja dengan seluruh insan perfilman. Diharapkan bahwa momen ini menjadi kesempatan untuk bergerak bersama, memastikan setiap program kerja dilaksanakan dengan unggul demi memperkuat ekosistem perfilman nasional dan memajukan perfilman Indonesia.