
Jakarta Film Week, Reignite Hadirkan Film Opening dan Closing Spesial dan Forum Berkualitas untuk Industri
4 October 2025
Menyongsong Jakarta Kota Sinema, Jakarta Film Week 2025 Telah Dibuka
24 October 2025Edisi ke-11 kali ini saya akhirnya berkesempatan menghadiri Minikino Film Week. Digawangi oleh Minikino, Gelar ke-11 ini hadirkan berbagai film pendek bergizi seperti selogan mereka “dosis harian film pendek yang sehat”.
Melihat sepak terjang Edo Wulia dan Fransiska Prihadi selama ini, saya kali ini melihat sendiri bagaimana manifestasinya dalam Minikino Film Week langsung. Bukan semata memang semua film pendek ditayangkan, namun juga bagaimana film-film dan pembuatnya diperlakukan. Contohnya saja pemberian tag “Industri” bagi pembuat film pendek yang hadir di sana.
Banyak sekali film pendek yang menarik perhatian saya. Namun kali ini saya khusus menyoroti dua program spesial dengan keterbatasan saya menonton pekan itu, yaitu program Mother dan program Shortshorts Film Festival, Jepang. Dalam program Mother, penonton ditunjukan pada bagaimana kisah para ibu, khususnya interaksi dengan anaknya dan bagaimana sesungguhnya mereka baru belajar menjadi ibu, sementara pengalaman tersebut tidak bisa diulang atau diperbaiki. Dalam Program Shortshorts dari Jepang, sebagaimana namanya kita diperlihatkan dengan kompleksitas Jepang, interaksi yang kikuk serta anekdot yang dimasukan ke dalamnya.
MFW11 mencatat 6.083 penonton selama festival, ditambah 1.435 penonton pra-festival melalui aktivasi edukasi. Ada 187 tamu terakreditasi, termasuk 55 internasional dari 21 negara. Di balik angka ini ada wajah-wajah: penonton yang terhanyut, relawan yang berlari ke sana-sini, dan pembuat film yang menemukan penonton pertamanya di Bali.
Di panggung penutupan, Direktur Festival Edo Wulia berbicara dengan nada jujur dan personal. Ia mengakui bahwa tahun ini merupakan perjalanan yang berat, namun rasa syukur tetap hadir karena festival bisa berlangsung berkat kerja bersama. “Festival ini tidak dibawa oleh satu orang, melainkan oleh semua: filmmaker, penonton, relawan, dan sahabat. Semoga doa baik tetap tinggal di hati dan pikiran kita, membawa kita maju bersama,” ujarnya.
Direktur Program Fransiska Prihadi menekankan bahwa setiap film yang diputar adalah jendela kecil untuk melihat dunia dari sudut pandang berbeda, membuka ruang dialog, dan menumbuhkan empati. Sementara itu, Ketua Yayasan Kino Media I Made Suarbawa mengingatkan bahwa Minikino Film Week bukan sekadar festival tahunan, melainkan bagian dari perjalanan panjang membangun ekosistem film pendek Indonesia. “Kami percaya pada kekuatan komunitas, dan dari sinilah lahir regenerasi sineas yang akan terus tumbuh,” tambahnya.
Para Pemenang MFW11
International Competition
- Best Fiction Short: Blue Heart – Samuel Suffren (Haiti/Prancis)
- Best Documentary Short: Their Eyes – Nicolas Gourault (Prancis)
- Best Animation Short: S the Wolf – Sameh Alaa (Prancis/Mesir)
- Best Audio Visual Experimental Short: Durian, Durian – Nelson Yeo (Singapura)
- Best Children Short: A King Without a Crown (Un Roi sans couronne) – Olivier Bayu Gandrille (Prancis)
- Youth Jury Award: Monsoon Blue (夏夢迴) – Jay Hiu-kit Wong & Ellis Ka-yin Chan (China)
- Programmer’s Choice Award: Blitzmusik – Martin Amiot (Kanada)
- Best Short Film of the Year 2025: Montsouris Park – Guil Sela (Prancis)
“Komedi yang tampak ringan ini perlahan membuka lapisan yang lebih dalam. Dengan latar mikrokosmos, film ini menyentuh isu kelas, komunikasi, dan peran sosial. Kita awalnya terhibur, lalu diarahkan untuk merenung. Sebuah karya yang menawan sekaligus menantang.”
— Ben Thompson, Mary Stephen, dan Rudolph Dethu, Juri International Competition MFW11
National Competition
- Best National Competition 2025: When the Blues Goes Marching In (Pengais Mimpi) – Beny Kristia
“Film pemenang ini berdenyut dengan kemarahan muda, urgensi, dan tekad membara. Meski menyingkap represi lintas generasi, film ini menolak keputusasaan. Sebuah seruan untuk terus berjuang demi keadilan di mana pun.”
— Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11 - Special Mention: My Therapist Said, I Am Full of Sadness – Monica Vanesa Tedja
“Film ini mengulik jurang generasi dan prasangka tak terucap. Dengan penyutradaraan terukur, film ini menunjukkan bahwa pengasingan diri mungkin perlu, tapi tidak selalu membawa kebahagiaan.”
— Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11
Begadang Filmmaking Competition 2025
- Winner: Imam and His 9 Friends – Deru Ibnu Ghifari (Lampung)
“Film ini tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga berhasil menyentuh emosi. Singkat, padat, namun membekas lama setelah layar gelap.”
— Syakir Mardhatillah, bersama Juri Nasional & Honorary Jury Begadang 9 Tahun, MFW11




