
KANVAS Conference: Ruang Baru bagi Desainer Muda untuk Berpikir, Berbagi, dan Berkolaborasi
8 August 2025
Melihat Film Pendek Jadi yang Utama dalam Minikino Film Week ke-11
4 October 2025Jakarta, 30 September 2025 – Mengusung tema REIGNITE, edisi kelima ini membawa semangat untuk menyalakan kembali percakapan, gairah, dan energi kolektif dalam ekosistem film Indonesia. Jakarta Film Week ingin menjadi ruang bersama yang mempertemukan film, penonton, dan para pelaku industri, sembari membuka akses lebih luas bagi lahirnya karya dan gagasan baru dalam sinema. Tahun ini pelaksanaan Jakarta Film Week, lewat JFWNET–Industry Program juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.
Rina Damayanti, Direktur Festival Jakarta Film Week 2025, pada saat sambutannya, menyampaikan, “Dengan mengusung tema REIGNITE, Jakarta Film Week berkomitmen terus menyalakan kreativitas melalui talenta-talenta muda dan menawarkan cerita-cerita segar dengan perspektif baru dan membuka berbagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di panggung global melalui festival.”
Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menegaskan, “Menuju Jakarta Kota Sinema pada 2027, Pemprov DKI Jakarta memperkuat instrumen pendukung dari berbagai sisi. Jakarta Film Week sebagai festival film internasional, memberikan nafas baru untuk ruang-ruang putar, memperluas ragam tontonan, dan menghadirkan karya dan pelaku perfilman dari puluhan negara dunia untuk merayakan sinema di Jakarta. Hal ini memperkuat Jakarta sebagai Kota Global dan Kota Sinema”. Sementara ini redaksi belum menerima informasi secara detail dan komplit akan yang dimaksud dengan kota sinema ini.

Jakarta Film Week 2025 akan dibuka oleh film The Fox King (2025), film asal Malaysia yang disutradarai oleh Woo Ming Jin dan diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. Film yang tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) ini merupakan film ko-produksi Malaysia dan Indonesia, dengan ko-produser Yulia Evina Bhara. Perhelatan festival ditutup dengan film Indonesia yang tayang perdana di Jakarta Film Week, Dopamine karya yang disutradarai Teddy Suryatmaja yang dibintangi oleh Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda. Dopamine sendiri merupakan kolaborasi perdana Angga dan Shenina sebagai suami istri.
JFWNET–Industry Program
JFWNET–Industry Program didukung oleh Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya hadir sebagai program paralel yang fokus kepada pengembangan kapasitas talenta, mendukung proyek film sebagai penggerak utama ekosistem perfilman, memperkuat jejaring profesional, serta membuka peluang kolaborasi lintas batas bagi sineas Indonesia dan internasional.
MTN Seni Budaya adalah program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan. MTN Seni Budaya bertujuan untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan. Program ini menghubungkan talenta dengan berbagai peluang pengembangan kapasitas dan akses pasar, baik nasional maupun global.
MTN Seni Budaya di Jakarta Film Week 2025 mencakup berbagai inisiatif, antara lain Producers Lab, Pitching Forum, MTN Lab, Masterclass, Producers Network, Industry Talks, dan Festival Meeting. Selain itu, yang terbaru adalah Talents Hub yang mengundang emerging filmmakers dari Indonesia dan juga mancanegara untuk bertemu dengan profesional industri di Indonesia. Peserta dapat bertukar pengetahuan dari masing-masing negara, memperluas jaringan, dan peluang kerja sama.
Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan
Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menjelaskan,
“JFWNET–Industry Program selaras dengan program MTN Seni Budaya yang menekankan upaya berkelanjutan melahirkan dan menguatkan talenta di bidang seni dan budaya, termasuk di dalamnya perfilman. Melalui program-program industri yang ditawarkan, FWNET–Industry Program menjadi medium yang tepat untuk mencari talenta baru dan mendukung proses berkarya mereka melalui peluang kolaborasi dan rekognisi internasional.” Sementara program Masterclass akan mengundang ahli dan praktisi dengan fokus Music Scoring dan Directing. Selain itu, untuk program Industry Talks akan membahas International Co-production, Film Festival & Exhibition, dan Film Genre.
Ditanyai secara terpisah mengenai keterlibatan tiga perusahaan film dari Indonesia seperti Super 8, Visimena, dan Vidio sebagai kolaborator dan hanya Visinema menjadi satu-satunya rumah produksi, Gayatri Nadia sebagai kepala program industri menjelaskan bahwa dikarenakan padatnya program serta terbatasnya waktu dan tempat, program ini baru memungkinkan untuk berkolaborasi dengan satu rumah produksi terlebih dahulu. Namun ke depannya tidak menutup kemungkinan berkolaborasi dengan lebih banyak lagi rumah produksi sesuai dengan berkembangnya program di masa datang.




